Separah inikah moral anak-anak Indonesia?

|| || || Leave a komentar
Baru-baru ini telah beredar foto-foto yang menggambarkan adegan seorang anak laki-laki SMP membrikan tanda cintanya kepada gadis cilik kelas 6 SD di Jakarta pada akun Facebooknya. Adakah yang salah pada foto-foto tersebut? Tentu janggal, sebab anak-anak seumuran anak SD tersebut secara terang-terangan mengumbar foto itu disertai ungkapan cinta dan memerkan adegan pacaran mereka di media sosial.

Sebagaimana dilansir laman Akidah dan Akhlak Anak ada Sabtu (24/1/2015), anak pelajar kelas 6 SD tersebut memperlihatkan “sesuatu” yang bukan perilaku yang sesuai untuk usia anak SD, persis adegan sinetron “pacaran” di televisi. Terlebih adegan pacar memberikan kado ultah seperti ini di pertontonkan didepan teman-temannya, dapat tergolong perilaku ekshibisionis (gemar memamerkan sesuatu yang tidak layak diumbar, biasanya berupa kecenderungan seksual).

Perilaku tersebut dikhawatirkan menjadi sebuah potret kecenderungan anak-anak untuk melakukan hubungan seks di luar nikah, apalagi dilakukan pada usia mental yang belum matang. Barangkali awalnya hanya saling mengucapkan selamat ulang tahun dan bertukar kado, anak-anak ini kemudian saling menyuapi, lalu saling merangkul di depan umum tanpa rasa malu. Namun, selanjutnya jika mereka dalam keadaan berduaan, astaghfirullah, kita tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan bukan? Na’udzubillahi min dzalik.

Kita perlu khawatir, sebab hasil survey yang dipublikasikan Komnas HAM Anak mengenai seks usia dini/pra-nikah yang dilakukan di 10 kota besar di Indonesia terhadap para pelajar SMP, didapatkan data bahwa 62.7% atau sekitar 6 dari 10 pelajar SMP pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Bayangkan, itu adalah angka yang sangat menakutkan di banding negara China yang komunis angkanya hanya sekitar 11-12% saja anak SMP yang melakukan ini.

Maka, tanpa bimbingan agama yang benar, anak-anak Indonesia dapat terjerumus pada kebebasan bergaul sejak dini. Sudah saatnya para pendidik dan tenaga pendidik, juga orang tua lebih memerhatikan akidah dan akhlak putra-putrinya, dengan menjadi teladan sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalaam.

Tidak ada keuntungan bagi kita jika di akhirat kelak tidak ada anak shalih yang mendoakan kita sebagai orang tua. Pun tidak ada keberkahan bagi sebuah bangsa jika generasi penghuninya tidak taat kepada aturan Allah subhanahu wata’ala, dalam hal ini gemar berzina. Apa jadinya jika Indonesia dibiarkan menjadi negeri para pezina? Tsumma na’udzubillah.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Qur’an Surat Al-Israa': 32)

(adibahasan/arrahmah.com)

Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2015/01/separah-inikah-moral-anak-anak-indonesia.html

FSLDK Indonesia Akan Gelar FSLDKN ke-17

|| || || Leave a komentar
dakwatuna.com - Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) adalah wadah bersatunya lembaga-lembaga dakwah kampus di Nusantara, yang mana memiliki tujuan untuk membentuk cendikia-cendikia muslim yang siap memberikan perubahan dan kontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga membentuk mereka menjadi masyarakat yang madani. Namun tujuan FSLDK Indonesia tidak hanya berhenti sampai membentuk generasi madani, tapi juga memberikan perubahan secara nyata kepada bangsa dan Negara ke arah yang jauh lebih baik.
Berbicara masalah perubahan, FSLDK Indonesia memiliki perhelatan akbar yang mana disana akan berkumpul seluruh aktivis-aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) terbaik dari seluruh tanah air. Dan di perhelatan akbar itu pula para aktivis LDK akan melahirkan visi besar untuk membangun bangsa Indonesia menuju arah yang lebih baik. Perhelatan akbar itu dinamakan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN), yang diadakan dua Tahun sekali. Saat ini, FSLDKN telah dilaksanakan sebanyak 16 kali, dan sekarang FSLDKN ke-17 akan dilaksanakan di bumi khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 20-22 Februari 2015 mendatang.
Tuan rumah FSLDKN ke-17 kali ini diamanahkan kepada LDK yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat, yaitu Badan Kerohanian Mahasiswa Islam Universitas Tanjungpura (BKMI UNTAN). BKMI UNTAN beserta FSLDK mengusung tema “Beyond The Horizon” sebagai tema utama pada FSLDKN ke-17 kali ini dengan harapan FSLDK Indonesia bisa memberikan ide-ide pemikiran yang baru dan kontribusi yang nyata dalam menciptakan generasi dan bangsa yang madani. Tidak lupa juga sang tuan rumah menargetkan target peserta dapat mencapai 1500 orang dari seluruh delegasi LDK di Indonesia, serta siap menghadirkan beberapa delegasi Mahasiswa mulsim dari Asia Tenggara.
Acara FSLDKN ke-17 secara umum terbagi menjadi dua panel kegiatan, yaitu kegiatan syiar beserta  sekolah LDK  dan kegiatan sidang FSLDK. Hal itu berarti  setiap perwakilan atau delegasi aktivis LDK yang dikirim akan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang fokus untuk ikut dalam kegiatan sidang, dan mereka yang secara fleksibel untuk ikut dalam kegiatan syiar dan sekolah LDK.  Kedua panel kegiatan tersebut sama-sama dilaksanakan pada tanggal 20-22 Februari 2015, hanya saja mereka hanya akan bertemu di agenda pembukaan dan penutupan FSLDKN ke-17.
Grand Opening FSLDKN ke-17 dimulai pada tanggal 20 Februari 2015 di Auditorium UNTAN. Pada grand opening ini, panitia akan menyajikan sajian opening  berlatarkan festival kebudayaan yang siap menyajikan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. H. Thamrin Usman,DEA, dan Walikota Pontianak Sutarmidji, SH, M.Hum, merupakan sederet tokoh yang diharapkan kedatangannya untuk menghadiri Grand Opening  FSLDKN Ke-17 di Pontianak.  Setelah Acara pembukaan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan seminar Internasioanl dengan tema “Peluang dan tantangan dakwah kampus di era Asean Community 2015” pada hari pertama dengan pemateri Ust. Bachtiar Natsir, Dirut BI Kalbar, dan Kemenlu RI periode 2009-2014 Dr. R. M. Marty M. Natalegawa.
Pada tanggal 21 Februari 2015 atau hari kedua dari panel kegiatan syiar dilanjutkan dengan seminar pendidikan karakter, dengan tema “Mahasiswa Berintegritas Pembangun Bangsa” pada pagi harinya, dan Seminar umum dengan tema “Tuntutan dan peran keluarga muslim dalam membangun bangsa di panggung publik” di siang harinya. Seminar pendidikan berkarakter akan diisi oleh Ust. Syafii Antonio, Rektor UNTAN, dan Walikota Pontianak. Sedangkan seminar umum akan dimeriahkan dengan hadirnya Ust. Cahyadi Takariyawan dan beberapa Tokoh Daerah Kalbar lainnya. Dan pada tanggal 22 Februari 2015 atau hari terakhir FSLDKN ke-17 acara akan ditutup dengan satu seminar Aktivis LDK dengan tema, “FSLDK membangun integritas Mahasiswa untuk siap berkontribusi menyongsong Indonesia yang Madani”, serta dilanjutkan dengan aksi simpatik untuk Palestina dan Grand Closing FSLDKN ke-17 di Taman alun-alun Kapuas Pontianak.
Dan sebagai penutup, semoga acara ini benar-benar dapat memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat secara khususnya, dan bangsa secara umumnya. Selamat bermusyawarah dan semoga sukses..! Allahu Akbar…!

Malari dan Kronologi yang Dipersiapkan

|| || || Leave a komentar
dakwatuna.com – Berawal dari Apel Tritura di tanggal 15 Januari 1974 yang berujung pada peristiwa petaka Ibukota, jauh waktu sudah dirumuskan gagasan-gagasan kecil, mulai dari diskusi 28 tahun kemerdekaan Indonesia tanggal 13-16 Agustus 1973 yang menghasilkan kesepakatan untuk perlunya praktek politik dan serangkaian tindakan untuk mengatasi masalah dengan bukan sekedar diskusi-diskusi semata. Berlanjut pada diskusi petisi 24 Oktober 1973 jelang peringatan Sumpah Pemuda yang menghasilkan ‘Petisi 24 Oktober’ yang kemudian dibacakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Beranjak ke 10 November  masih di tahun yang sama, dalam rangka peringatan hari pahlawan, para mahasiswa yang tergabung dari beberapa dewan mahasiswa beberapa universitas kembali membacakan sebuah ikrar mengenai kesatuan tekad dan peningkatan solidaritas sesama mahasiswa.
Dari tiga forum-forum mahasiswa tersebut dipantik kobaran semangat demonstrasi para mahasiswa atas kedatangan ketua IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia), J.P. Pronk, sebuah organisasi bentukan Belanda yang mengatur hutang Indonesia.
Pasca demonstrasi tersebut, sarjana-sarjana sekaliber Mochtar Lubis, Adnan Buyung Nasution, Yap Thiam Hien yang terhimpun dalam Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia kembali mengadakan mimbar-mimbar diskusi yang menghasilkan sebuah ikrar yang disebut ‘Ikrar Warga Negara Indonesia’. Hingga satu momentum kembali diciptakan, di pergantian 1973 ke 1974, Malam Tirakatan. Malam tersebut adalah peresmian pembakaran sumbu kecil pergerakan secara terang-terangan untuk pertama kalinya. Hariman Siregar dengan pidato yang berjudul ‘Pidato Pernyataan Dari Mahasiswa’ tampak lihai membakar semangat para mahasiswa untuk peduli pada kondisi bangsa dan seruan pengingat bahwa pemuda wajib bisa melakukan perubahan.
Dewan Mahasiswa dari berbagai universitas se Indonesia kembali terhimpun, 12 Januari 1974 mereka bertemu dengan Soeharto membawakan 6 (enam) tuntutan terkait pemberantasan korupsi dan pembenahan ekonomi. Nihil, seolah tanpa hasil. Diperparah citra tutup mata dan telinga Presiden kala itu dengan datangnya Kakuei Tanaka, PM Jepang ditanggal 14 Januari 1974 ke Indonesia semakin membangunkan macan tidur dari kandangnya, mahasiswa tergugah, mereka bangun dan lantang bersuara atas nama perbaikan – pembenahan dan retorika kepedulian pada Indonesia. Ibukota menjadi saksi demonstrasi mereka.
Puncaknya, tepat di 15 Januari 1974 para mahasiswa melangsungkan sebuah apel akbar di halaman Universitas Trisakti dengan kembali membawakan tuntutannya. Dalam apel tersebut Tritura Jilid II juga dibacakan oleh para mahasiswa;  “Bubarkan Aspri, Hentikan Modal Asing, Hukum para koruptor”.
Dua Muara dalam Belangga
Belangga huru hara kita masih sama, Malari – Malapetaka 15 Januari – namun para pelaku sejarah telah meninggalkan fakta yang buta.
“Aksi apel besar yang dipusatkan di halaman Universitas Trisakti ini tadinya merupakan aksi damai, namun tanpa disangka yang terjadi adalah perbuatan anarki di berbagai tempat di wilayah ibukota. Mobil, motor dan produk elektronik Jepang semuanya dibakar, bahkan gedung-gedung dan pusat perbelanjaan di Senen, Harmoni, pun ikut dibakar. korban-korban berjatuhan, dari yang luka kecil bahkan sampai korban jiwa ada. Total terdapat 11 korban jiwa, 75 luka berat, ratusan luka ringan, 775 orang ditahan, 807 mobil dan 187 motor dibakar, 160 kg emas raib. Selain itu terdapat 144 gedung yang porak-poranda termasuk gedung Astra Toyota Motors, coca-cola, Pertamina, dan puluhan toko di proyek Senen” (Kilas Balik Deskripsi Kejadian Malari)
Paradigma bebas memihak yang mana menjadi hak seluruh warga negara hari ini. Di hadapan kita ada 2 pernyataan, 2 pembelaan dan 2 pembenaran. Perspektif aktivis dan perspektif birokrat.
Pihak birokrat kala itu menyampaikan bahwa ini adalah sebuah strategi yang dimainkan oleh oknum ketiga dengan tujuan mengisolasi pemerintahan dan menjatuhkannya, di mana mahasiswa digunakan sebagai masa gerak.  Justru dalam keadaan terisolasi demikian, Pak Harto pun kembali ke ‘rumpun’ asalnya, militer. Dari situlah militer mulai kuat memasuki lingkaran dalam pemerintah dan Pak Harto kembali otoriter. Sedang di sudut pandang aktivis, Malari adalah sebuah strategi kambing hitam pada mahasiswa, ada invicible hand yang disinyalir telah mengirimkan orang bayaran, dimunculkannya provokator dalam aksi. Ali Moertopolah sosok yang terindikasi menghendaki peristiwa ini, namun sang pimpinan tertinggi negeri – Jenderal Soeharto tidak luput dari dugaan pelaksana kekisruhan ini dalam rangka menghentikan aksi mahasiswa yang menyuarakan untuk dihentikannya penanaman modal asing dan anti asing serta serangkaian tuntutan yang tidak didengarkan para elite politik negara.
Demikianlah ringkasnya sebuah pertanyaan sejarah akan telah dimatikan jawabannya seiring dengan matinya juru kunci, Soeharto. Dalang pewayangan Orde Baru yang paham apa dan bagaimana kejadian petaka di periode kepemimpinannya. Maka dengan demikian, sebuah kejujuran pada sejarah hanya akan menjadi saksi bagi mereka yang telah jujur mendefinisikan sejarah atas suara kebenaran. Bukan sebuah ekspektasi untuk membela dan mencari plagiat serta penguat. Maka biarkanlah Indonesia mengulang Malari-malari kecil hari ini, jika rugi, biarkanlah kerugian itu atas nama Indonesia seluruhnya, bukan hanya kerugian yang harus ditanggung rakyat jelata Indonesia saja. Rakyat yang menjadi hamba dari kalangan paduka.
Dan semoga kita tidak luput melihat juga, sesudah Malari, di tahun berikutnya, terjadilah overkill di Pembatasan Modal Asing. Pembatasan-pembatasan semakin diperketat oleh pemerintah. Daftar larangan investasi dalam negative list semakin diperpanjang. Kata birokrat juga, “Bukankah tidak ada salahnya presiden memiliki tim penasihat? Bahkan Presiden Amerika Serikat pun memiliki special advisor. Kalau kepala negara tidak memiliki personal staff, lama kelamaan ia akan terjepit sendiri.
Manapun perspektifmu, gunakan semangat malari untuk pedulimu pada negeri! Bukankah sosok seperti Hariman Siregar masih menjadi niscaya untuk kembali dikobarkan?

Karena Mukjizat Alquran, Politisi Partai Anti-Islam Prancis Ini Masuk Islam

|| || || Leave a komentar
dakwatuna.com – Prancis.  Terbelalaklah orang-orang itu. Menyaksikan video yang dikirim melalui surat elektronik. Video itu berisi sanjungan untuk Alquran, kitab suci umat Islam. Para anggota Partai Front Nasional Prancis itu langsung gempar.
Video itu berdurasi 10 menit 57 detik. Berisi penjelasan tentang “mukjizat ilmiah Alquran”. Video itu menegaskan seluruh isi Alquran benar adanya. “Lebih dari 500 ayat yang berbicara tentang sains tanpa kesalahan… astronomi, bilologi, fisika, geologi.”
Hati para politisi itu semakin terbakar. Sebab pengirim video itu bukan orang asing. Melainkan kolega mereka, Maxence Buttey. Kader partai yang pada bulan April 2014 terpilih sebagai anggota Dewan Kota di Noisy-le-Grand. Sebuah wilayah di pinggiran Paris.
Bagi para politisi Partai Front Nasional Prancis, pengiriman video itu sungguh memalukan. Apalagi dilakukan oleh kader partai. Sebab, selama ini mereka terkenal sinis pada Islam. bersuara keras menolak apa yang mereka sebut sebagai “Islamisasi Prancis”.
Namun tidak bagi Buttey. Video itu dia kirim untuk menjelaskan kebenaran Alquran. Pesan yang tidak pernah dipahami oleh para politisi itu. “Ketika saya membaca Alquran secara menyeluruh, saya paham bahwa agama ini lebih terbuka,” kata Buttey diberitakan The Telegraph dikutip dari dream.co
Pengiriman video pada 25 Oktober 2014 itu bukan tanpa latar belakang. Buttey sengaja mengirimnya karena di tubuh partai sayap kanan Prancis itu telah tersiar kabar bahwa dirinya telah memeluk Islam. Sehingga video itu menjadi penegasan. Buttey telah memeluk Islam sejak bulan Juli.
Buttey bukan baru saja mengenal Islam. Dia pertama kali mengenal agama ini pada usia 19 tahun. Dia tahu agama ini dari seorang teman di sekolah. Namun kala itu dia belum tertarik dengan ajaran Islam dan memilih bergabung ke Partai Front Nasional yang ingin menjauhkan Prancis dari kaum imigran dan juga Islam.
Pemuda kelahiran 3 Januari 1992 ini “kembali dekat” dengan Islam saat gencar berkampanye menuju kursi Dewan Kota Noisy-de-Grand awal tahun ini. Saat itulah dia intens bertemu dengan seorang imam muslim. Dari pertemuan itu mereka intens berdiskusi tentang Islam dan dunia muslim. 
Buttey juga mulai banyak memelajari Alquran. Dia menemukan Kitab Suci ini sangat konsisten dan tak ada pertentangan. 
Setelah lama bertukar pikiran dengan sang imam, Buttey mulai serius mendalami Islam. Dia sungguh-sungguh mempelajari Alquran. Di sanalah dia menemukan berbagai kebenaran. Khususnya tentang ilmu pengetahuan.
Selain kagum dengan Alquran, Buttey juga mengaku masuk Islam karena sulit menerima versi resmi peledakan Gedung World Trade Center 11 September 2001, yang menuding kelompok Islam sebagai pelakunya. Dia juga tak bisa percaya dengan kasus Mohammed Merah, yang dituduh membunuh tujuh orang dalam sebuah serangan di Prancis tahun 2012. Setelah hatinya mantap, pada Juli tahun lalu itu dia mengucap Syahadat. Mendeklarasikan diri sebagai muslim.
Kabar dengan cepat menyebar. Kawan di internal partai langsung kasak-kusuk. Menggunjingkan pemuda 22 tahun yang masuk Islam itu. Tentu dengan sudut pandang mereka, yang memahami bahwa Islam dan Alquran dengan alakadarnya. Sehingga Buttey pun memutuskan mengirim video itu untuk menjelaskan bahwa Alquran merupakan pesan yang benar.
Video itu menjelaskan ayat-ayat Alqurat terhadap berbagai fenomena alam. Mulai terbentuknya alam semesta, susunan Bumi, hingga proses hidup manusia. “Tak ada kontradiksi atau kesalahan,” demikian pesan dalam video yang dikirim Buttey melalui email kepada 10 politisi Partai Front Nasional Prancis.
Video itu langsung membuat pucuk pimpinan Partai Front Nasional Prancis, Marine Le Pen, gerah. Media-media Prancis bahkan menulis bahwa video itu telah memalukan partai yang didirikan oleh ayah Marine, Jean-Marie Le Pen, itu.
Reaksi keras partai disampaikan melalui Sekretaris Front Nasional setempat, Jordan Bardella. “Video dakwah seperti yang dikirim Maxence tak dapat diterima,” tutur dia.
Buttey dituduh berdakwah. Pengiriman video kepada 10 kolega partainya itu dinilai sebagai bentuk mencampuradukkan antara urusan pribadi dengan urusan partai. Dia juga dituduh mengajak anggota partainya untuk turut memeluk Islam. Tindakan ini tentu saja diharamkan oleh Front Nasional yang dikenal sangat getol mengadopsi paham anti-Islam selama bertahun-tahun.
“Agama adalah pilihan pribadi yang saya hormati, tapi ini seharusnya tidak dimasukkan ke dalam ruang aktivitas politik. Video dakwah yang dikirim Maxence tak dapat diterima,” Bardella menegaskan.
Akibat pengiriman video “mukjizat ilmiah Alquran” itu, Buttey dikeluarkan dari keanggotaan partai. Namun Front Nasional tak bisa mencopot Buttey sebagai Anggota Dewan Kota Noisy-le-Grand. Sebab, Buttey dipilih rakyat.
Belakangan, keputusan memecat Buttey sebagai anggota partai dianulir Front Nasional. Mereka takut dicap anti agama. Sehingga status Buttey tetap anggota partai, namun tanpa jabatan apapun.
Buttey bukan tak sadar dengan risiko-risiko itu. Dia siap menerima sanksi apapun dari partai akibat tindakan itu. Bahkan, dia sadar sepenuhnya langkahnya masuk Islam dan mengirim video ini akan mengecewakan masyarakat yang telah memilihnya menjadi Dewan Kota.
“Beberapa pemilih saya akan tidak suka dengan pilihan saya. Tapi saya siap menjelaskan kepada mereka bahwa Islam memiliki sebuah misi untuk menyatukan seluruh laki-laki maupun perempuan,” tutur Buttey.
Menurut Buttey, Islam sama halnya dengan Partai Front Nasional yang selalu digambarkan buruk. Namun, itu sesungguhnya jauh berbeda dengan apa yang digambarkan media-media Barat. “Seperti Islam, FN membela yang lemah. Partai mengutuk suku bunga yang tinggi pada utang negara kita, dan Islam menentang praktik riba,” tambah dia.
Ia beralasan, video yang dikirim kepada 10 politisi Front Nasional itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada mereka tentang Islam yang sebenarnya. “Ada banyak Islamophobia (kecurigaan terhadap Islam) di dalam FN,” ujar Buttey.
Dia menyangkal bahwa pengiriman video tersebut untuk mengajak rekan-rekannya masuk Islam. “Terkait video, saya tidak mengatakan apa-apa, tidak mempromosikan agama saya. Mereka menghukum saya hanya karena keyakinan agama saya,” Buttey menambahkan.
Itulah Buttey. Politisi muda Prancis yang masuk Islam karena menemukan kebenaran dalam Alquran. Sekali meyakini Islam, dia berani mengambil segala risiko untuk mempertahankan iman dan memberikan penjelasan yang benar tentang agama yang dia yakini. Meski dengan resiko terburuk: dipecat dari partai! (eh/dream/sbb/dakwatuna)

Aliansi Nasional Pro-Legitimasi: Gelombang Revolusi Tidak Akan Mundur dari Menentang Kudeta Militer

|| || || Leave a komentar
dakwatuna.com – Kairo. Aliansi Nasional pro-Legitimasi dan Penentang Kudeta Militer menegaskan, bahwa gelombang revolusi saat ini tidak akan berhenti sedikitpun dalam upayanya menumbangkan rezim kudeta militer, yang selama ini menzalimi dan memiskinkan rakyat Mesir.
Melalui press rilisnya lembaga pendukung Muhammad Mursi ini menyebutkan, mereka saat ini bersatu dengan semua pihak pendukung revolusi dan bangsa Mesir. Aliansi ini kemudian memastikan bahwa gelombang revolusi ini kekuatannya tidak dapat dibendung. “Tidak ada yang dapat menghentikan lajunya gerakan revolusi ini,” terang mereka.
Mereka kemudian berharap rakyat Mesir untuk bangkit, demi mencapai kebebasan berbangsa dan bernegara, dan menjadikan bangsanya sebagai bangsa yang mulia. “Revolusi di jalanan akan terus menggema, menuntut turunnya As-Sisi si pengecut dan pengkhianat.” tulis mereka di dalam press rilisnya. (msy/imo/dakwatuna)

Persembahan khusus untuk Muslimah Aktivis Dakwah Kampus Seluruh Indonesia

|| || || Leave a komentar
Lomba Menulis untuk Muslimah FSLDKN Pontianak “Beyond The Horizon” dengan tema “DAKWAH MUSLIMAH INSPIRATIF” .
Berikut ketentuan Lomba :
1. Peserta adalah Muslimah, Aktivis Dakwah Kampus
2. Kisah yang ditulis adalah pengalaman, pengamatan nyata, dan disertakan hikmah dakwah muslimah di kampus.
3. Tulisan dapat berupa eksposisi maupun narasi bebas yang berbahasa Indonesia yang baik dan benar, serta belum pernah di publikasikan maupun diikutkan dalam lomba.
4. Tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
5. Orisinal, bukan jiplakan, dan tidak melanggar hak cipta pihak manapun
6. Format tulisan (3-3-3-3), Font Times New Roman, Size 12, Spasi 1
7. Pada akhir tulisan diberi keterangan asal LDK dan riwayat hidup singkat penulis disertai Kartu Tanda Mahasiswa dalam bentuk digital berekstensi .jpg
8. Peserta dapat mengirim lebih dari satu naskah dengan HTM Rp.15.000/Naskah dikirimkan melalui rec BNI Syariah 0327992709 an Yuliasih, setelah pengiriman harap konfirmasi ke (083879764544)
9. Naskah dkirimkan ke email : jarmus.fsldki@gmail.com dalam bentuk lampiran. Deadline 24 Januari – 10 Februari 2015 pukul 23:00 WIB
10. Pengumuman Pemenang akan diumumkan selambat lambatnya 14 Februari 2015 Di Fanpage FSLDK Indonesia dan Jilbab Care Centre Indonesia. Hadiah bagi pemenang akan diberikan pada saat FSLDKN XVII di Pontianak Kalimantan Barat
Juara 1 = Thropy Jarmus Nasional I + Buku Hijab Love Stories + Amily Hijab+ Sertifikat
Juara 2 = Thropy Jarmus Nasional II + Buku Hijab Love Stories + Amily Hijab+ Sertifikat
Juara 3 = Thropy Jarmus Nasional III + Buku Hijab Love Stories +Amily Hijab+ Sertifikat

Seluruh Kontributor Akan mendapatkan e – Sertifikat
Insya Allah kumpulan lomba dari seluruh peserta akan dibuat ebook
Penilaian :
a. pemilihan judul
b. kesesuaian tema,
c. kekuatan fakta dan diksi,
d. kekuatan pesan makna,
JARMUSNAS FSLDK INDONESIA
GEUBRINA MAGHFIRAH

PUSKOMDA FSLDK SULTRA GO FSLDKN XVII PONTIANAK

|| || || Leave a komentar