JIKA JIWA ANTUM BELUM TERSAMBUNG DENGAN PALESTINA, KETERLALUAN

|| || || Leave a komentar
Kendari, 01 Februari 2015. Palestina kita saat ini, kondisi kaum muslimin di Palestina saat ini adalah saat musim dingin, mereka dipaksa untuk keluar rumah kemudian perlistrikan juga dipersulit.

Menurut Ust. Dr. Mujetaba Mustafa, M.Ag ada beberapa hal tentang palestina mengapa kita harus turut membantu mereka dalam hal finansial maupun doa, yakni:
  1. Palestina adalah ahad.

    Salah satu syiar islam terbesar yang Allah kukuhkan di muka bumi adalah palestina.

    “Sesunggunya Maimunah pembantu Nabi berkata, “Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis”. Maka Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain”. (HR Ahmad).

    Bagi kita kaum muslimin jangan pernah untuk kita tidak mengikatkan diri kepada Masjidil Aqsa karena banyak keutamaan-keutamaan didalamnya.
     
  2. Tempat lahirnya para manusia suci.

    Tempat lahirnya para manusia suci seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, Nabi Isa AS, dll.
     
  3. Negeri yang suci.

    Seorang Doktor muda dari Palestina mengatakan bahwa Apa yang menghalangi kami untuk sama seperti kalian di Indonesia berdagang berkeliling dunia, bisa ke Jepang, Korea, Cina, dll...? Tidak ada. Hanya saja jika kami semua berfikir sama dengan kalian maka siapa yang akan menjaga negeri yang suci ini....??????
     
  4. Sumber penghasilan dan penghidupan para sahabat.

    Negeri yang pernah dijadikan sumber penghasilan dan penghidupan para sahabat yang dibawa sebagai barang dagangan ke Syam sehingga menjadikan Sahabat Rasulullah SAW, Abdul Rahman Bin Auf menjadi pedagang terkaya di masanya.
Pesan Ust. Dr. Mujtabah Mustafa Untuk seluruh Ummat Muslim di Indonesia adalah:  JIKA JIWA ANTUM BERLUM TERSAMBUNG DENGAN MUSLIM PALESTINA, KETERLALUAN..........!

(Disampaikan pada Taujih Kepalestinaan di Mesjid Nurul Hikmah Jln. MT. Haryono, Kendari. Ahad, 01 Februari 2015, Pukul 09.00 - 11.00 WITA.)

Editor:  Albar Aryfhin.

TAUJIH KEPALESTINAAN BERSAMA DGN UST. MUJETABA MUSTAFA (KETUA KNRP SULSEL)

|| || || Leave a komentar
InsyaaAllah Ahad, 01 Februari 2015. Jam 08.00 WITA - Selesai..............!

REFLEKSI DIRI

|| || || Leave a komentar
Jika kita melihat diri sendiri dan merenung siapa diri kita, sudahkah kita mengenal diri kita sendiri dengan ma’rifah yang mendalam… ini merupakan pertanyaan besar yang patut kita renungkan. Sejauh mana kita mengenal diri sendiri sedalam itulah kita mengenal Sang Pencipta, sebuah ungkapan menyebutkan “Siapa mengenal diri sendiri maka dia akan mengenal Tuhannya”.
Proses kehidupan manusia dimulai dari alam rahim, Allah akan meniupkan ruh pada saat kandungan berusia 120 hari, kemudian ketika kehidupan alam rahim sampai dengan sembilan bulan sepuluh hari, terlahir ke dunia seorang bayi yang suci. Tahapan kehidupan akan terus berlanjut dimulai dari masa bayi, anak-anak, remaja, dewasa sampai nanti saat kematian menjemput.
Untuk menapaki kehidupan yang keras membutuhkan segala sesuatu yang bersifat materiil maupun spiritual, kitalah yang menentukan berapa banyak porsi yang harus kita laksanakan, manajemen waktu sangat diperlukan agar dapat hidup secara tawazun. Apabila kita mendewakan uang maka arah kehidupan akan tertuju pada uang, karena dengan uang pasti semua urusan akan selesai, apakah hanya uang kita cari …?? Seberapa banyak uang yang kita peroleh..??
Jika kita sadari sesungguhnya kehidupan dunia adalah ibadah sesuai dengan firman Allah dalam surat 51: 56 “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaku”, dan Allah memberikan dua jalan yaitu jalan baik atau buruk…, manakah yang kita akan pilih dan lalui..?? Dua pilihan tersebut dengan tujuan sukses atau gagal.
Hal ini yang patut kita untuk merenung sesungguhnya Hidup adalah untuk menapaki jalan menuju kematian dan kehidupan sesudah kematian. Kematian begitu dekat, kita tidak akan tahu kapan kita akan mati, mungkin tahun depan, mungkin lusa, mungkin besok atau mungkin malam ini. Dalam sebuah hadits yang disebutkan “Orang yang berakal adalah orang yang menghisab dirinya, yang beramal untuk hari kematian. Orang yang kurang berhitung adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya, berangan-angan bahwa Allah selalu mengampuni dan memaafkannya (HR Tirmidzi).
Marilah kita muhasabah mulai saat ini “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab” (Umar bin Khattab), wa allahu a’lam bi showab.

SEBUAH KISAH TENTANG CINTA KASIH SEORANG AYAH

|| || || Leave a komentar


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Untuk orang yang tak merasa berdosa kepada Ayahandanya....!

Ayah di dalam kamar, beberapa kali batuk-batuk. "Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu.
Aku mendengarkan ibu dengan heran.

"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan.  Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki-laki tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu.

"Ibu memang sering menelponmu. Tahukah kau, itu selalu ayahmu yang menyuruh dan mengingatkan. Mengapa bukan ayahmu sendiri yang menelpon? Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu. Anak kita harus menerima yang terbaik".

"Ketika kamu diwisuda, kami duduk di belakang. Ketika kau ke panggung dan kuncir di togamu dipindahkan rektor, ayahmu mengajak ibu berdiri agar dapat melihatmu lebih jelas. "Alangkah cantiknya anak kita ya bu," kata ayahmu sambil menyeka air matanya.

Mendengar cerita ibu di ruang tamu, dadaku sesak, mungkin karena haru atau rasa bersalah. Jujur saja selama ini kepada ibu aku lebih dekat dan perhatianku lebih besar. Sekarang tergambar kembali kasih sayang ayah kepadaku. Aku teringat ketika naik kelas 2 SMP aku minta dibelikan tas. Ibu bilang ayah belum punya uang.

Tetapi sore itu ayah pulang membawa tas yang kuminta. Ibu heran. "Tidak jadi ke dokter?" tanya ibu. "Kapan-kapan saja. Nanti minum jahe hangat, batuk akan hilang sendiri", kata ayah. Rupanya biaya ke dokter, uangnya untuk membeli tasku, membeli kegembiraan hatiku, dengan mengorbankan kesehatannya.
"Dulu setelah prosesi akad nikahmu selesai, ayahmu bergegas masuk kamar. Kau tahu apa yang dilakukan?" tanya ibu. Aku menggeleng. "Ayahmu sujud syukur sambil berdoa untukmu. Air matanya membasahi sajadah.

Dia mohon agar Allah melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu. Sekiranya kau dilimpahi kenikmatan, dia mohon tidak membuatmu lupa zikir kepada-Nya. Sekiranya diberi cobaan, mohon cobaan itu adalah cara Tuhan meningkatkan kualitas hidupmu. Lama sekali dia sujud sambil terisak. Ibu mengingatkan banyak tamu menunggu. Dia lalu keluar dengan senyuman tanpa ada bekas air di pelupuk matanya".

Mendengar semua itu, air mataku tak tertahan lagi, tumpah membasahi pipi. Dari kamar terdengar ayah batuk lagi. Aku bergegas menemui ayah sambil membersihkan air mata.

"Kau habis menangis?" ayah menatapku melihat sisa air di mataku. "Oh, tidak ayah!" aku tertawa renyah. Ku pijit betisnya lalu pundaknya. "Pijitanmu enak sekali seperti ibumu", katanya sambil tersenyum. Aku tahu, meski sakit, ayah tetap ingin menyenangkan hatiku dengan pujian. Itulah pertama kali aku memijit ayah. Aku melihat betapa gembira wajah ayah. Aku terharu.

"Besok suamiku menyusulku, ambil cuti seminggu seperti aku. Nanti sore ayah kuantar ke dokter", kataku. Ayah menolak. "Ini hanya batuk ringan, nanti akan sembuh sendiri".

"Harus ke dokter, aku pulang memang ingin membawa ayah ke dokter, mohon jangan tolak keinginanku", kataku berbohong.

Ayah terdiam. Sebenarnya aku pulang hanya ingin berlibur, bukan ke dokter. Tapi aku berbohong agar ayah mau kubawa ke dokter. Aku bawa ayah ke dokter spesialis. Ayah protes lagi, dia minta dokter umum yang lebih murah. Aku hanya tersenyum.

Hasil pemeriksaan ayah harus masuk rumah sakit hari itu juga. Aku bawa ke rumah sakit terbaik di kotaku. Ibu bertanya setengah protes. "Dari mana biayanya?". Aku tersenyum, "Aku yang menanggung seluruhnya bu. Sejak muda ayah sudah bekerja keras mencari uang untukku.

Kini saatnya aku mencari uang untuk ayah. Aku bisa! Aku bisa bu!". Kepada dokter aku berbisik; "Tolong lakukan yang terbaik untuk ayahku dok, jangan pertimbangkan biaya", kataku. Dokter tersenyum.

Ketika ayah sudah di rumah dan aku pamit pulang, aku tidak menyalami, tetapi merangkul dengan erat untuk membayar keinginannya di stasiun dulu. "Seringlah ayah menelponku, jangan hanya ibu", kataku.
Ibu mengedip....!

Sumber: https://www.facebook.com/SudahTahukahAnda/posts/657549987680273

Yuk Menutup Aurat

|| || || Leave a komentar
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab: 59).

Berjilbab sesuai syari’at merupakan salah satu kesempurnaan bagi seorang muslimah. Dengan jilbab akan membedakan wanita muslim dengan wanita non-muslim. Dengan berjilbab berarti mengerti betapa berharga tubuhnya jika hanya untuk di pamerkan kepada yang bukan haknya.
Semoga kita akan terlindungi dari segala keburukan yang di timbulkan akibat perbuatan kita sendiri (membuka aurat).

Untuk meminimalisir kejadian serupa seperti di atas, kami dari PUSKOMDA FSLDKD SILAWESI TENGGARA mengajak seluruh umat muslim khususnya muslimah SULTRA untuk:
  1. Menggunakan busana muslimah dalam rangka menutup aurat
  2. Mengkampanyekan Gerakan Menutup Aurat
  3. Menjauhi Unsur-unsur kemaksiatan
  4. Mengamalkan nilai-nilai Islam

Fb: https://www.facebook.com/fsldkd.sultra.9

Ungkap Pembunuh Demonstran di Persidangan, Pernyataan Mursi Gemparkan Mesir

|| || || Leave a komentar
Presiden Mesir terpilih paksa revolusi, Muhammad Mursi kembali menjalani persidangan dengan tuduhan “mata-mata” negara, bersama dengan 35 orang tertuduh lainnya. Ahad, (18/1/2015).

Dalam kesempatan itu Mursi menegaskan, Ikhwanul Muslimin sama sekali tidak bersalah dalam berbagai kasus berdarah yang terjadi di Mesir para era transisi. Berdasarkan investigasi yang telah dilakukan, militer lah yang bertanggungjawab atas pembunuhan pada demonstran. “Dewan militer adalah pihak yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan demonstran di Tahrir Squere pada Revolusi 2011 lalu.” jelas Mursi. Menurutnya, pembunuhan terus dilakukan oleh Dewan Militer hingga di masa transisi hingga dirinya terpilih secara demokratis mejadi presiden Mesir pada bulan Juni 2013.

Mursi kemudian mengatakan, selama dirinya menjabat, ia membuat sebuah komite yang bertugas mengungkap fakta kejadian tragedi pembunuhan pendukung revolusi di Tahrir. Diantara isi laporan itu adalah pengakuan dari direktur beberapa hotel yang mengitari Tahrir-lokasi yang ditempati oleh para sniper-. Berdasarkan pengakuan mereka, bahwa aparat keamanan yang melakukan itu bekerja di bawah perintah Kepala Intelijen Militer, yang saat itu dijabat oleh Abdulfatah As-Sisi. “Orang-orang inilah yang bertanggungjawab terhadap tewasnya para demonstran, terhitung sejak tanggal 25 Januari 2011 hingga saat saya diangkat menjadi presiden.” jelas Mursi.

Ia kemudian menambahkan, bahwa dokumen laporan itu telah diserahkan semua kepada Jaksa Agung di masa dirinya menjabat.

Mursi juga menjelaskan, bahwa Dewan Militer dulu bersama-sama dengan kami membangun negara dan saling memberikan informasi. Ia juga meluruskan, bahwa pada masa transisi, pihak Dewan Militer lah yang sangat antusias melakukan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, dan bukan sebaliknya. Dan mereka yang memerintah sekarang, adalah mereka yang melakukan eksekusi berdarah terhadap peristiwa di Muhammad Mahmud, Maespero, Port Said, karena mereka menginginkan merusak negeri ini.

Ketika ditanya Hakim, mengapa Mursi tidak langsung menangkap mereka yang dituduh bertanggungjawab terhadap pembunuhan para demonstran Tahrir. Mursi menjawab, ia sengaja tidak melakukan hal tersebut, dengan tujuan menjaga nama baik Lembaga Militer Mesir, karena dirina tidak mengingkan tersiar kabar bahwa lembaga tersebut dipimpin oleh para penjahat. Ia mengingkan kejahatan mereka terungkap secara alami melalui proses pengadilan.

Terkait siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu, ia mengaku, semua datanya sudah tertulis lengkap sesuai fakta. Hal ini yang membuat para petinggi militer cemas. “Bahkan hingga saat ini mereka masih ketakutan data itu akan terungkap,” lanjut Mursi.

Hakim menanyakan dimana dokumen laporan itu sekarang, apakah ada di tangan Jaksa Agung di masanya menjabat? Mursi menjawab, “Saya memilikinya, sama seperti yang dimiliki oleh Jaksa Agung.”

Mursi juga membantah dirinya disebut sebagai pengkhianat negara. “Mereka menyebut saya sebagai pengkhianat negara, ini tidak benar! Apakah Menteri Pertahanan berasal dari Ikhwan? Apakah Mendagri dari Ikhwan? Apakah menteri-menteri yang ada di kabinet paska kudeta adalah ikhwan? Apakah seluruh yang mendukung kudeta 3 Juli dan para pelakunya adalah Ikhwan?” tanya Mursi.

Dan ketika menjelaskan kondisi yang terjadi pada 3 Juli 2013 di hari ia dikudeta, Mursi menjelaskan, “Saya dikagetkan dengan keputusan pemecatan. Dan membekukan fungsi saya sebagai presiden yang sah di mata hukum. Keputusan itu dikeluarkan dari pertemuan yang dilakukan As-Sisi dengan partai-partai dan beberap tokoh lainnya, kendati mereka sebelumnya mengagendakan menyerahkan keputusan mereka kepada saya untuk mendapatkan pandangan.”

Terkait dimana setelah kudeta itu ia disembunyikan. Mursi mengatakan, “Saya ditahan didalam Gedung Garda Republik sejak 5 Juli untuk kemudian dipindahkan ke markas militer yang berada di Timur Alexandria.”

Ia kemudian kembali menceritakan, selama ditahan dirinya berada di bawah penjagaan 6 orang polisi Garda Republik. Terhitung sejak tanggal 5 Juli hingga 4 November 2013, tidak ada yang mengunjungi saya kecuali beberapa tokoh, yaitu Catherine Ashton, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Alpha Oumar Konare, Ketua Utusan delegasi Uni Afrika, dan dua orang dari HAM, Muhammad Fayiq dan Nasher Amin. Terhadap kedua orang tersebut Mursi menolak menemuinya karena ia enggan membicarakan hak-hak pribadinya.

Mursi kemudian menjelaskan, bahwa saat ini tidak ada yang bisa mengklaim siapa yang memiliki andil dalam revolusi Januari lalu. Karena seluruh masyarakat kompak bersama-sama melawan diktator. “Saya juga kala itu bersama rakyat, bergerak melawan diktator. Namun yang terjadi adalah, Zionis Mesir dan Zionis Arab bekerjasama untuk menghancurkan negeri ini.” jelas Mursi. (msy/imo/dakwatuna)

Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2015/01/ungkap-pembunuh-demonstran-di.html

SEBARKAN KARIKATUR NABI, HAMAS KUTUK CHARLIE HEBDO

|| || || Leave a komentar
Gerakan perlawanan Islam Palestina Hamas mengutuk tindakan majalah Prancis Charlie Hebdo yang kembali menyebarkan gambar gambar karikatur yang menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Juru bicara resmi Hamas, Fauzi Barhum, dalam pernyataannya, Rabu, sebagaimana dilaporkan oleh koresponden Mi’raj Islamic news Agency (MINA) di Gaza mengatakan bahwa tindakan ini jelas merupakan aksi provokasi terhadap seluruh kaum muslmin di seluruh dunia dan sebagai usaha menyebarkan propaganda kebencian serta memancing mancing tindak kekerasan terhadap mereka sendiri.

Barhum secara keras mengatakan, tindakan penyebaran tersebut merupakan hal terkutuk dan keji. Ia juga menegaskan, seluruh kampanye dusta yang mentargetkan agama Islam dan kaum muslimin harus segera dihentikan.

Beberapa karyawan koran Perancis Charlie Hebdo yang selamat dari aksi penyerangan maut pekan lalu, pada hari Rabu kemarin mengeluarkan cetakan pertama sejak insiden penyerangan yang menewaskan para editornya, mengangkat tulisan “je suis charlie” (aku charlie) sambil meneteskan air mata.

Edisi tersebut dicetak Rabu, tepat sepekan setelah aksi penyerangan yang dilakukan.

Charlie hebdo yang pada waktu normal mencetak 60 ribu eksemplar, kali ini mencetak 3 juta eksemplar dan diterjemahkan ke beberapa bahasa; Inggris, Turki dan Spanyol. (MINA

Sumber: http://muslimina.blogspot.com/2015/01/sebarkan-karikatur-nabi-hamas-kutuk.html